Sunday, June 30, 2013

Semakin Senja 1

Senja, semakin senja saja ternyata. Begitu jingga diufuk sana, juga jingga yang menua di istana kecilku.

Teman, siapapun dirimu, maukah mendengar cerita singkatku? Tentang seorang malaikat yang Allah hadirkan untuk membesarkan, merawat, mendidik dan membentuk karakterku. Dia bukan ibu, bukan ayah, tapi seorang kakek. Pria yang hidup semasa aku bisa melihat dunia, telah hidup sendiri tanpa seorang istri. Dan ketika aku lahir, dia masih harus merawatku sampai saat ini, sampai usianya telah begitu senja.

Jangan tanyakan mengapa aku harus dirawat oleh seorang kakek, karena aku juga bingung akan menjelaskannya darimana dulu. Hidupku penuh warna, juga cerita,  namun belum saatnya aku berbagi untuk hal yang satu ini, karena aku masih ingin memperbincangkan dia, pria senja yang setia disisiku.

Teman, dia begitu senja diusia hampir 90 tahun. Dia selalu sendiri sepanjang hari, dan aku tak punya kuasa menemaninya setiap waktu. Aku harus bekerja, mencari penghidupan untukku dan untuknya. Kami hanya tinggal berdua, menikmati setiap liku waktu dengan hanya berdua. Memperbincangkan apapun yang ada dengan dialog 2 hati yang kadang sama sekali tak nyambung, namun aku menikmatinya.



Saturday, June 29, 2013

Menantikah Cinta?

Menantikah ia yang fitrah pada kalbu?
Sejenak berlabuh pada jingga yang menua
berkejaran pada ombak menghentak
Menyisip duka disela siksa nestapa

Menantikah wahai rinduku?
Jika kali ini aku menyudut takut
Mengendapkan segala obsesi dunia
Disebuah lorong tanpa jeda


None

Semua pasti akan berbalik kan, Za?

Tuesday, June 18, 2013

Inikah aku?

Tensi sedang naik, mengeluarkan segala sifat asli, hati-hati jadi sasaran.

*Menghindarlah selagi bisa

Menghindarlah, karena aku tak suka disapa atau diajak bicara, tak suka keramaian atau hiruk pikuk, tak suka dengan suara sekecil apapun, tak suka dengan apapun selain kesendirian dan tempat pelampiasan.


Maka menghindarlah dariku, karena bisa jadi nanti aku akan melampiaskan padamu, atau membuatmu tersakiti dengan tingkah laku ini. 



Biarkan aku dengan tuhanku yang mengambil sebuah tempat untuk menyendiri, berkasih dengan-Nya yang maha mencinta tanpa sebab.