Sunday, July 7, 2013
Mimpi? Itu mah gua banget..
Sudah ntah berapa banyak mimpi yang di orat-arit di buku diari. Ada sekitar 6o-an mungkin, itu yang tertulis, beda lagi sama yang menari-nari di khayalan setiap waktu, bisa ratusan malah.
Betewe, mimpi itu asyik. Ya iyalah asyik, wong ngeluarin keringet aja enggak, apalagi capek berpeluh ria. Cuma mereka-reka dan memimpikan hal yang terindah yang kita inginkan dalam kehidupan, dan itu adalah hal yang mengasyikkan. Mimpi kan gak capek, wong yang di impikan adalah hal menyenangkan yang diinginkan, emang ada yang memimpikan hal yang buruk untuk dirinya sendiri?kayaknya gak ada deh, kalaupun ada perlu dilestarikan tuh orang, di museumkan kalau perlu.
Tapiiii jarak antara mimpi dan kenyataan itu jauuuuuuuuuh bangeeeet. Kayak bumi sama bulan, kayak laut sama gunung, kayak gula sama garam, kayak.....*halah malah ngawur*. Karena mewujudkan mimpi itu adalah hal yang gak mudah, bahkan tidak jarang banyak mimpi yang hanya berakhir sebagai tulisan semata, dan menghuni lembaran buku yang abadi.
Itulah mengapa kita tak dianjurkan hanya bermimpi tanpa bekerja. Bekerja terus terusan tanpa punya tujuan impian juga kayak berjalan tanpa tujuan, bisa nyebur empang tuh kalau keterusan atau malah nyasar kemana-mana. Artinya memang harus seimbang, realistis saja dalam memimpikan sesuatu dan tetap punya cara usaha untuk mewujudkannya.
Tapi aku pernah mendengar, usaha bisa saja menjadi nomor 2 ketika Allah telah membantu dan turun tangan mengijabah mimpi. Maka kedekatan kepada-Nya amatlah penting dalam rangka aksi pedekate agar segala impian dapat terwujud dengan indahnya. Iya gak sih? Udah ada yang bisa dijadikan saksi mata? Hayo hayo..
Ada tuh cerita ketika aku menuliskan impian pengen ke tanah jawa buat liat Kraton dan menyaksikan hamparan sawah yang menghijau disana, alhamdulillah tercapai. Beberapa waktu lalu aku didaulat menjadi salah satu guru yang diajak ke Jogjakarta untuk study banding kesana. Gak nyangka, padahal waktu menuliskan mimpi yang satu itu, aku sendiri juga gak tahu gimana cara mewujudkannya. Ternyata Allah punya cara yang lebih indah.
So? kalau kamu gimana?
Sudah ntah berapa banyak mimpi yang di orat-arit di buku diari. Ada sekitar 6o-an mungkin, itu yang tertulis, beda lagi sama yang menari-nari di khayalan setiap waktu, bisa ratusan malah.
Betewe, mimpi itu asyik. Ya iyalah asyik, wong ngeluarin keringet aja enggak, apalagi capek berpeluh ria. Cuma mereka-reka dan memimpikan hal yang terindah yang kita inginkan dalam kehidupan, dan itu adalah hal yang mengasyikkan. Mimpi kan gak capek, wong yang di impikan adalah hal menyenangkan yang diinginkan, emang ada yang memimpikan hal yang buruk untuk dirinya sendiri?kayaknya gak ada deh, kalaupun ada perlu dilestarikan tuh orang, di museumkan kalau perlu.
Tapiiii jarak antara mimpi dan kenyataan itu jauuuuuuuuuh bangeeeet. Kayak bumi sama bulan, kayak laut sama gunung, kayak gula sama garam, kayak.....*halah malah ngawur*. Karena mewujudkan mimpi itu adalah hal yang gak mudah, bahkan tidak jarang banyak mimpi yang hanya berakhir sebagai tulisan semata, dan menghuni lembaran buku yang abadi.
Itulah mengapa kita tak dianjurkan hanya bermimpi tanpa bekerja. Bekerja terus terusan tanpa punya tujuan impian juga kayak berjalan tanpa tujuan, bisa nyebur empang tuh kalau keterusan atau malah nyasar kemana-mana. Artinya memang harus seimbang, realistis saja dalam memimpikan sesuatu dan tetap punya cara usaha untuk mewujudkannya.
Tapi aku pernah mendengar, usaha bisa saja menjadi nomor 2 ketika Allah telah membantu dan turun tangan mengijabah mimpi. Maka kedekatan kepada-Nya amatlah penting dalam rangka aksi pedekate agar segala impian dapat terwujud dengan indahnya. Iya gak sih? Udah ada yang bisa dijadikan saksi mata? Hayo hayo..
Ada tuh cerita ketika aku menuliskan impian pengen ke tanah jawa buat liat Kraton dan menyaksikan hamparan sawah yang menghijau disana, alhamdulillah tercapai. Beberapa waktu lalu aku didaulat menjadi salah satu guru yang diajak ke Jogjakarta untuk study banding kesana. Gak nyangka, padahal waktu menuliskan mimpi yang satu itu, aku sendiri juga gak tahu gimana cara mewujudkannya. Ternyata Allah punya cara yang lebih indah.
So? kalau kamu gimana?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment