Saturday, December 8, 2012
Entah kenapa tak seperti biasa...
Menyandingkan secangkir kopi hangat yang masih mengepul di meja kerja
Menikmati sendu pagi disisi mentari yang menemani hati yang tertatih
Aku lupa, kapan tepatnya aku menyapa hari secerah ini
Hari libur yang sebenar-benarnya libur. Menemani kakek, hanya berdua dalam memperbincangkan kicau pagi yang menelisik. Ya, aku lupa kapan tepatnya menikmati pagi dengan sebenar-benarnya hati. Beberapa pekan terakhir, waktu seakan mengejar dan menghentikan kata'istirahat' dalam kamus hari. Mulai dari kuliah, organisasi dan acara-acara yang selalu menggunakan hari minggu sebagai pilihan. Namun, tetap menikmati kenikmatan sibuk itu sebagai anugrah terindah yang kujalani dengan cinta. Aku mencintai jalan yang aku pilih, sangat bahagia dalam langkah yang terkadang jatuh tersungkur menyusurinya.
Alhamdulillah...
All praises to Allah..
Menyandingkan secangkir kopi hangat yang masih mengepul di meja kerja
Menikmati sendu pagi disisi mentari yang menemani hati yang tertatih
Aku lupa, kapan tepatnya aku menyapa hari secerah ini
Hari libur yang sebenar-benarnya libur. Menemani kakek, hanya berdua dalam memperbincangkan kicau pagi yang menelisik. Ya, aku lupa kapan tepatnya menikmati pagi dengan sebenar-benarnya hati. Beberapa pekan terakhir, waktu seakan mengejar dan menghentikan kata'istirahat' dalam kamus hari. Mulai dari kuliah, organisasi dan acara-acara yang selalu menggunakan hari minggu sebagai pilihan. Namun, tetap menikmati kenikmatan sibuk itu sebagai anugrah terindah yang kujalani dengan cinta. Aku mencintai jalan yang aku pilih, sangat bahagia dalam langkah yang terkadang jatuh tersungkur menyusurinya.
Alhamdulillah...
All praises to Allah..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

2 comments:
bukannya secangkir kopi hangatnya pagi kak.. hehehe :D
Nah itu dia dek...bahasa puisi kan bebas, yang penting pas dan bermakna.
ehehheheh
Makasih sudah mau mampir..
Post a Comment