Friday, December 13, 2013

Apa Kabar Sahabat Hujan?

Apa kabar dedaun yang menjulang rimbun menarikan tarian angin untuk kita? Adakah kini kau pernah mengintip sebentar saja deru angin yang menghantar kabar pembawa hujan?  Ah, kau pasti tahu betapa tiap dedaun yang gugur ke tanah adalah  cerita tertakdir yang tak pernah ia risaukan, sekalipun ia harus tergolek dan terinjak-injak tak dipedulikan. Lantas, adakah kini kau tahu apa yang kurisaukan? Sekali-kali bukan karena takdir yang kini membuat kita tak lagi duduk bersama dalam menikmati hujan, namun karena aku tak pernah mampu menahan rindu yang kerap merambat di nadi ini.

Mungkin ini hanya aku yang terlalu, dan engkau punya banyak cerita kini. Yang lebih indah dari hanya sekedar mengenang masa lalu yang sama sekali tak penting untukmu.

Tapi kini, tenang saja teman.
Untuk membayar tiap kerinduan itu, tiap rinainya turun, aku akan bersegera menyambutnya.
Menengadakahkan wajah, menampung berkah langit dalam sebuah episod bernama Rindu.






Tuesday, December 3, 2013

SEIKAT RUMPUT BASAH




Aku ingin menghadiahkanmu seikat rumput basah
Yang tadi kurangkai bersama hujan
Kuajak Sang Empunya bercerita
Meminta pandangan yang lebih hening tentang masa depan kita

Hujamannya membutakan netra
Bahkan tak ada sesiapa disana ketika aku meronta

Namun dosakah
Bila seikat rumput basah menjadi suara
Mewakili separuh kewarasan
Ketika terpaku menatapmu