Thursday, October 1, 2015
Sudah bulan ke enam, purnama senantiasa purnama diantara dua mata. Bagi saya setiap retak di sisi tak mengurangi bentuk sempurnanya. Ketika ia retak sedikit saja, maka tak lama kemudian ia akan kembali utuh ke bentuknya semula, tanpa bekas apa-apa. Saya dan ia selalu berusaha menjadi dan memberi segenap cinta terbaik, pada kekasih terbaik. Sungguh, itu saja sudah lebih dari cukup buat saya untuk memulai langkah selanjutnya.
Bulan ke enam, begitu juga sebuah kehidupan yang ikut muncul bersama. Kadang saya masih amnesia bahwa kini akan teramat banyak cerita yang muncul setelahnya. Begitu juga bertambahnya usia serta amanah.
Bulan ke enam, tentu juga ada pekerjaan lain dari kehidupan sebelumnya yang minta diselesaikan. Saya bukanlah tipykal manusia yang bijaksana dan bertanggung jawab penuh, begitu banyak kecewa yang saya tinggalkan pada wajah wajah penuh cinta, sedangkan saya saat ini masih saja belum beranjak untuk memperbaikinya. Semoga, sebelum usia menutup segalanya, saya bisa memperbaikinya walau tak sempurna seperti sedia kala.
Bulan ke enam, Oktober yang hujan.
Bulan ke enam, begitu juga sebuah kehidupan yang ikut muncul bersama. Kadang saya masih amnesia bahwa kini akan teramat banyak cerita yang muncul setelahnya. Begitu juga bertambahnya usia serta amanah.
Bulan ke enam, tentu juga ada pekerjaan lain dari kehidupan sebelumnya yang minta diselesaikan. Saya bukanlah tipykal manusia yang bijaksana dan bertanggung jawab penuh, begitu banyak kecewa yang saya tinggalkan pada wajah wajah penuh cinta, sedangkan saya saat ini masih saja belum beranjak untuk memperbaikinya. Semoga, sebelum usia menutup segalanya, saya bisa memperbaikinya walau tak sempurna seperti sedia kala.
Bulan ke enam, Oktober yang hujan.
Subscribe to:
Comments (Atom)
