Friday, May 3, 2013
Senja telah menanti, jingga telah menua di ufuk barat.
Baru saja kaki menginjakkan kaki di rumah cinta, kembali pada dunia nyata yang tersisa.
Meet time kali ini sungguh tak terduga, bahkan tidak direncanakan sama sekali. Siang tadi, selepas mengunjungi ROHIS, dan kaki baru saja menjejak lantai rumah, nada sms bergetar dan ajakan untuk bertemu begitu begitu menggiurkan. Ada satu keinginan yang belum kesampaian, bisa mencapai stage 3 dalam arena bermain basket di sebuah area bermain anak di Suzuya Plaza.
Mengekspresikan diri lewat lemparan demi lemparan bola kekeranjang dan menyisakan keringat yang menguap di sela pori-pori wajah, adalah hal yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Edisi meet time kali ini adalah yang pertama kalinya terjadi semenjak si sulung berstatus menikah. Terasa berbeda, namun telah menambah warna cerita yang sekarang telah memasukkan nama suami-suami mereka kedalam cerita yang mengalir apa adanya itu. Dan tentu saja aku adalah pendengar paling setia dari cerita itu, hanya sesekali menimpali atau diam saja tanpa ekspresi.
Dua wajah yang kali ini hadir menemani sore, menemani raga yang menjadi semakin segar padahal lelah awalnya. Aku tahu, ini hanya sarana agar raga saling bertatap mata, ketika rindu untuk meluapkan cerita yang mengendap telah tak tertahankan, maka moment langka seperti ini adalah anugrah yang begitu nikmat rasanya.
Setelah lelah terasa, keringat membanjiri lapisan kulit, juga kaki yang gemetar menahan tubuh yang berdiri meloncat loncat sedari tadi, maka akhirnya kami menyerah. Menyerah karena ternyata kami belum bisa menembus stage 3. ( hahaha *kasihan sekali)
Lalu, sebagai pengobat lelah, sebuah cube tempat berfhoto ria adalah tujuan akhir. Lelah terbayar ketika menyaksikan 3 wajah dalam selembar kertas fhoto dengan berbagai gaya. Senyum mengembang, syukur memenuhi rongga hati, dan semoga Allah meridhai ukhuwah ini.
Aku telah memintamu pada-Nya
Dengan segenap kekurangan yang kerap menerbitkan kecewa, aku memberanikan diri mencintaimu
Pada waktu yang menggamit cerita
Tak sekejap pun aku luput dari mengenangmu
Terimakasih telah menjejak sejarah cintaku
Walaupun aku harus belajar kehilangan sebelum berpisah
Karena sungguh, rindu yang menumpuk ditiap harinya
Hanya bisa kuabadikan lewat deretan kata
*Yang mencintaimu..
Zainab Al-Kausar
Baru saja kaki menginjakkan kaki di rumah cinta, kembali pada dunia nyata yang tersisa.
Meet time kali ini sungguh tak terduga, bahkan tidak direncanakan sama sekali. Siang tadi, selepas mengunjungi ROHIS, dan kaki baru saja menjejak lantai rumah, nada sms bergetar dan ajakan untuk bertemu begitu begitu menggiurkan. Ada satu keinginan yang belum kesampaian, bisa mencapai stage 3 dalam arena bermain basket di sebuah area bermain anak di Suzuya Plaza.
Mengekspresikan diri lewat lemparan demi lemparan bola kekeranjang dan menyisakan keringat yang menguap di sela pori-pori wajah, adalah hal yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Edisi meet time kali ini adalah yang pertama kalinya terjadi semenjak si sulung berstatus menikah. Terasa berbeda, namun telah menambah warna cerita yang sekarang telah memasukkan nama suami-suami mereka kedalam cerita yang mengalir apa adanya itu. Dan tentu saja aku adalah pendengar paling setia dari cerita itu, hanya sesekali menimpali atau diam saja tanpa ekspresi.
Dua wajah yang kali ini hadir menemani sore, menemani raga yang menjadi semakin segar padahal lelah awalnya. Aku tahu, ini hanya sarana agar raga saling bertatap mata, ketika rindu untuk meluapkan cerita yang mengendap telah tak tertahankan, maka moment langka seperti ini adalah anugrah yang begitu nikmat rasanya.
Setelah lelah terasa, keringat membanjiri lapisan kulit, juga kaki yang gemetar menahan tubuh yang berdiri meloncat loncat sedari tadi, maka akhirnya kami menyerah. Menyerah karena ternyata kami belum bisa menembus stage 3. ( hahaha *kasihan sekali)
Lalu, sebagai pengobat lelah, sebuah cube tempat berfhoto ria adalah tujuan akhir. Lelah terbayar ketika menyaksikan 3 wajah dalam selembar kertas fhoto dengan berbagai gaya. Senyum mengembang, syukur memenuhi rongga hati, dan semoga Allah meridhai ukhuwah ini.
Aku telah memintamu pada-Nya
Dengan segenap kekurangan yang kerap menerbitkan kecewa, aku memberanikan diri mencintaimu
Pada waktu yang menggamit cerita
Tak sekejap pun aku luput dari mengenangmu
Terimakasih telah menjejak sejarah cintaku
Walaupun aku harus belajar kehilangan sebelum berpisah
Karena sungguh, rindu yang menumpuk ditiap harinya
Hanya bisa kuabadikan lewat deretan kata
*Yang mencintaimu..
Zainab Al-Kausar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comments:
Jangankan stage 3, stage 2 pun belum tembus... ha ha... 150 poin bok...
Post a Comment