Wednesday, March 5, 2014
Tentu masih meraba-raba dimana ia kini diantara tiap titik embun yang menggelayuti daun. Sepertinya mereka adalah sepasang kekasih yang punya sifat berbeda walau wujudnya tak sama. aku kini lelah menanti. Tak sampai-sampai hadirnya disini, apakah ia masih betah berpetualang ke bagian dunia yang lain?
Tak perlu bersedih, bisiknya
Bukankah kau masih bisa menitip pesan untukku lewat siluet yang mengantar cahaya?
Aku tak bisa menulis lagi kini, sungutku kesal
Aku tak bermain-main jika mengatakan bahwa kataku amat kering ketika kau tak membersamai lagi
Terlalu banyak yang harus kuulang dari awal lagi tanpamu
Dasar penghayal musiman, gertaknya
Mau tak mau kau harus mengakrabi terik, kini
tetap ada banyak kisah yang terlukis dibawahnya, percayalah
Sebagaimana aku menemanimu mendapatkan sejarah, maka terik juga akan setia menemanimu bertemu karya
Kelak jika aku datang kau takkan lagi menantiku, ujarnya
Hanya butuh waktu untuk membiasakan perpisahan ini
Hiduplah bersama paparan cahaya
Itu akan baik untukmu melihat masa depan yang pernah kau langitkan bersamaku
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment