Monday, September 7, 2015

Pada kata 'nanti'

Sudah amat lama, bagai hitungan abad merayapi dinding dinding diksi dirumah ini juga dirumah yang lain, amat sepi. Diksi tak sepenuhnya pergi, ia tetap ada namun tak hendak mewujud ikatan kata kata, ia selalu berhenti pada kata 'nanti'.

Hai, ada banyak kabar yang belum lagi dibagi.
Mungkin beberapa waktu belakangan, aku sibuk dengan rutinitas yang sedikit berbeda.
Ada banyak kisah memang, tapi entah kenapa tak satupun yang bisa diikat menjadi rangkaian kalimat seperti biasa.

Namun, tak mengapalah.
Sedikit waktu aku mencoba kembali menilik 'rindu' yang kerap menguntit arah mata ini menatap. Lantas kemudian keinginan untuk merayap perlahan-lahan diantara rerimbunan kata-kata yang lama tak terjamah mulai mengusik.

Semoga, walau melambat, aku tak jauh tertinggal. 

0 comments:

Post a Comment