Thursday, March 20, 2014

Sesuatu yang dilakukan tanpa kesadaran, terkadang menghasilkan sesuatu yang amnesia untuk di ingat kedepannya. 
Lelaki berkaca mata itu.....
^.^

Wednesday, March 19, 2014

Ia yang berjejal, menggumpal seakan ingin tumpah ruah, memang sangat merepotkan.
Terkadang aku harus lari sekencang langkah untuk menghindar
Namun tak jarang kepala tengadah dengan pasrah
Menerima segala perlakuan otakku yang kadang tak ditempat
-Hutan Hujan Tropis-

Mungkin aku yang memang selalu salah menafsir.  Tak pernah ada sesiapa muncul ketika jerit telah memekik sekuatnya, bahkan menggelepar karena kelelahan. Aku terlalu hiperbola, mungkin. Mereka-reka dengan terlalu bersemangat pada apapun yang dihidangkan, padahal bisa jadi ada yang tak boleh kujamah disana. Lantas setelah itu, semangat akan merunduk perlahan-lahan dan berbalik arah segera. Ia akan berlari sekencang kakinya, dan akan berhenti jika telah menabrak sesuatu yang dilaluinya. 
-Hutan Hujan Tropis-

Mencari-cari dimana kesadaran ketika merasa seharian amnesia, adalah rutinitas yang kerap dieja saban waktu. Kehilangan separuh atau keseluruhan ingin, bak gubuk rapuh yang tak sempurna menjejak tanah. Ia akan rubuh sepeninggal waktu.
-Klorofil-

Aku ingin kau menilaiku apa adanya, jujur menyeringai jika panas surya telah mencapai ubun-ubun kepala atau refleks memeluk kedua tanganmu sendiri ketika gigil malam merasuki pori-pori.

Aku amat sederhana, cinta. 
Bahkan takkan pernah pantas menerima perlakuan istimewa apapun dari tiap-tiap wajah yang menyunggingkan senyum ketika bertemu, entah senyum keihklasan atau terpaksa saja.

Aku juga bukan teman yang baik untukmu, cinta.
Karena entah kenapa, mungkin sudah milyaran kali hatiku berubah-ubah dari istiqomah memperlakukanmu dengan amat layak, sebagaimana lazimnya.

Dipenghujung tiap kali malam meniupkan ruh senyap dalam kebisuannya, aku akan terus berkaca, layakkah aku menyambut bangga pada wajah yang tersembul disana? Namun tak mungkin pula ia dihancurkan hingga menjadi ribuan keping, karena sama sekali tak memberikan obat apa-apa pada si pesakitan yang malang.

Karena itu, jujurlah padaku.
Dimana kau simpan caci itu, aku sangat membutuhkannya.

Sabana



Pram

“Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan menjadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua.”
—
Bumi Manusia
Pramoedya Ananta Toer