Friday, December 7, 2012
Mulai memunguti remah-remah yang tebar di lantai hati
Meringkuk di sudut paling sudut
Dan hening menatap tangan bergetar yang menampung serpihan
Kehilangan menyusup perlahan
Senyum yang memaksa terkulum
Sekedar menutup detak nadi yang seakan vakum
Robbi, aku merindukan serpihan cinta yang hancur itu
# Adalah hujan yang membuat serpihan itu semakin hanyut, yang membawa arus deras tanpa prediksi. Di sebelah jendela tempatku mengintip aku paham ada syair titipanMu untuk menghibur, yang melukis diksi menjadi puisi paling deklamasi dihatiku.
# Untuk-Mu yang membawa semua bilik hati ini pergi , masih bolehkah aku meminta ruang dalam bilik itu hanya berdua dengan-Mu lagi?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment