Monday, December 24, 2012
Dia tidak akan kemana-mana...
Hanya sekedar mengeluarkan isi kepala dan hatinya untuk tidak terpendam lama
Takut diri akan menglami sakit yang dalam
Hingga menghilang tanpa jejak...
Pun, kalau harus marah dan berteriak hebat
Dia tak akan kemana-mana, masih diruangan yang sama
Karena cinta telah membesarkannya sampai dimana ia belajar apa itu kecewa
Cukuplah saudara memahami dan membiarkan tingkah gila yang masih lestari
Dia tak akan kemana-mana
Masih menyusun startegi membungkam segala protes itu dengan karya
Diapun masih tetap ada dilingkaran walau wajah mendung menggantung
Bukankah itu lebih baik dari pada manis terlihat, namun seketika menghilang begitu saja?
Masih akan tetap disini, tenang saja kawan...
Jikalau ada terfikir olehmu bahwa kaki akan menjauh
Itu berarti belum ada yang mengenal dengan sebenarnya..
Walaupun sebaiknya, hendaklah ia lebih memahami daripada selalu dipahami
#Jangan ajari dia tentang dakwah, karena dakwah butuh contoh bukan retorika belaka.
#Kalau diri begitu tegasnya berontak, jangan katakan karena ia tidak paham dan karena ego yang berlebihan
#Apakah harus tetap diam mendengarkan, lantas tak boleh menyanggah atau membantah sekedar membela diri barulah dikatakan akhwat yang salihah?
#Dakwah ini mengajarkanku cinta, bukan seperti apa yang kini ada dipandangan, menganggap keputusan pribadi yang diambil menjadi tak penting
Hahahaa...
Inilah gila yang tak perlu lestari...
Karena diri memang bukanlah akhwat sejati seperti saudari kebanyakan
Yang luar biasa legowo di kondisi apapun walau dihantam
Ini cermin, buat memperbaiki diri
Tapi sekali lagi, alangkah baiknya jika yang menyalahkan atau yang disalahkan sama sama mengintropeksi diri.
Hanya sekedar mengeluarkan isi kepala dan hatinya untuk tidak terpendam lama
Takut diri akan menglami sakit yang dalam
Hingga menghilang tanpa jejak...
Pun, kalau harus marah dan berteriak hebat
Dia tak akan kemana-mana, masih diruangan yang sama
Karena cinta telah membesarkannya sampai dimana ia belajar apa itu kecewa
Cukuplah saudara memahami dan membiarkan tingkah gila yang masih lestari
Dia tak akan kemana-mana
Masih menyusun startegi membungkam segala protes itu dengan karya
Diapun masih tetap ada dilingkaran walau wajah mendung menggantung
Bukankah itu lebih baik dari pada manis terlihat, namun seketika menghilang begitu saja?
Masih akan tetap disini, tenang saja kawan...
Jikalau ada terfikir olehmu bahwa kaki akan menjauh
Itu berarti belum ada yang mengenal dengan sebenarnya..
Walaupun sebaiknya, hendaklah ia lebih memahami daripada selalu dipahami
#Jangan ajari dia tentang dakwah, karena dakwah butuh contoh bukan retorika belaka.
#Kalau diri begitu tegasnya berontak, jangan katakan karena ia tidak paham dan karena ego yang berlebihan
#Apakah harus tetap diam mendengarkan, lantas tak boleh menyanggah atau membantah sekedar membela diri barulah dikatakan akhwat yang salihah?
#Dakwah ini mengajarkanku cinta, bukan seperti apa yang kini ada dipandangan, menganggap keputusan pribadi yang diambil menjadi tak penting
Hahahaa...
Inilah gila yang tak perlu lestari...
Karena diri memang bukanlah akhwat sejati seperti saudari kebanyakan
Yang luar biasa legowo di kondisi apapun walau dihantam
Ini cermin, buat memperbaiki diri
Tapi sekali lagi, alangkah baiknya jika yang menyalahkan atau yang disalahkan sama sama mengintropeksi diri.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment