Sunday, August 4, 2013

Air Mata itu..

Bukan sekali, aku dan teman-teman seperjuangan di MY CLUB Labuhanbatu menjadi mentor dalam berbagai event training, termasuk menjadi instruktur pesantren kilat ramadhan di berbagai sekolah di Labuhanbatu yang menjadi mitra My Club dalam membina Rohis disekolah sekolah tersebut. Banyak wajah yang terekam di ingatan, banyak tingkah pola dan ragam karakter yang dijumpai, banyak caci maki ataupun pujian yang mengiringi langkah perjalanan menggaungkan dakwah semampu raga.

Dan dalam setiap tahun di bulan ramadhan, moment pesantren kilat ramadhan adalah moment rutin yang menjadi perhatian semua pengurus My Club. Betapa tidak, biasanya waktu penyelenggaraan pesantren kilat sendiri bersamaan di beberapa sekolah. Karena memang jadwal Sanlat (pesantren Kilat) sendiri telah masuk kelender pendidikan yang dikeluarkan pihak dinas pendidikan. Maka jadilah semua pengurus akan sibuk berbagi jadwal, membagi tenaga instruktur, menyusun materi dan mencari jawal pemateri agar tak bertabrakan dengan sekolah yang lain.

Pada sebuah moment bernama muhasabah...

Kali ini sebuah haru masih melekat sampai kini dalam hatiku, padahal agenda sanlat telah lama usai. Melihat bagaimana tangis haru dan wajah teduh mereka ketika merengungi isi muhasabah, sebuah doa melangit agar mereka bisa menetapi janji untuk menjadi lebih baik, terutama dalam memperbaiki hubungan dengan orang tua. Materi muhasabah yang mengangkat muhasabah memang sangat luar biasa, tak ada hati yang tak tersentuh. Semua menunduk, merenungi dan menikmati sesi muhasabah ini.

Bahkan peserta yang awalnya paling bandel, paling ribut, paling usil dan yang suka nyeletuk perkataan instruktur dan pemateri, adalah dia yang paling keras menangisnya. Dia juga yang paling pede ketika menangis dengan berbagai ekspresi, momentnya ada dalam photo dibawah ini.

Akhirnya...
Allah lah semua doa dan harap bermuara
Pada sebuah generasi ada harap dan pinta
Agar kelak menjadi pembeda
Antara sejuk syurga dan siksa neraka




0 comments:

Post a Comment