Saturday, August 10, 2013
Za, akhirnya malam ini aku
menerobos hujaman nya.
Sungguh aku tak tahan melihat pesona nya hanya dari balik pintu. Maka dengan
segera, aku menjamu undangan pertemuan malam ini untuk membersamai nya beberapa
waktu. Sampai tubuh menggigil, dan lidah kelu dalam pelukan dingin yang
merengkuh.
Tapi rindu telah terbayar, bersama sisa gerimis yang masih hendak berkelakar
dengan alam.
Za, selalu ada kenangan bersama tetesnya. Masih kah kau ingat?
(Dialog Za, Zainab Al-Kautsar)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.jpg)
0 comments:
Post a Comment