Friday, August 9, 2013
Ceritanya sih tadi malam, tapi baru bisa menuliskannya sekarang. Telat sih, tapi moga masih ada yang sudi membacanya dan memakluminya.*ckckckck, gaya gue*
Waktu akan masak sesuatu berhubung perut laper+gak ada makanan tersisa*kasian yak, lebaran pertama aja udah terlantar*maka dengan riang gembira perhatian beralih pada sang kompor minyak. Namun sungguh terlalu, ternyata amunisinya sedang kering kerontang, sang solar telah mengering, dan persediaan ternyata telah lama habis.
Jadilah malam itu mengelana sendirian, berteman jiregen minyak dan uang seadanya. Berhubung terburu-buru, maka uang yang dibawa pun pas pasan, tak lagi dihitung. Dalam hati sebenarnya sedikit curiga, benar gak uang yang dibawa jumlahnya 15 rb. Tapi ya sudahlah, perjalanan pun tetap berlanjut membelah malam.
Di SPBU, seorang pegawai berpakaian satpam menyambut ramah, mungkin ia sedang menggantikan temannya untuk membantu melayani pengunjung. Maka dengan ramah plus senyum manis*ehem* dan percaya diri, saya mengatakan:
"Isi 15 ribu ya, Bang"
Jirigen pun diisi. Nah, pas pembayaran ada sesuatu yang terjadi diluar kendali. Uangnya kuraaaang. Hiks..
Maka dengan malu-malu bin wajah yang di polos-polosin, sebuah permintaan maaf pun dihaturkan.
"Bang, uang saya ternyata kurang. Saya tinggal sebentar ya jirigennya, nanti saya jemput"
Beliau mengiyakan. Maka dengan kecepatan tinggi, sepeda motor pun dipacu diatas kecepatan rata-rata. Ngedumel sedikit lalu beristifgfar, moga kedepannya gak berlanjut jadi pikun akut yak.
Waktu balik ke SPBU, karyawan yang bekerja telah berganti. Ketika dia melihat kedatangan saya yang malu-malu tikus, dia mengerti.
"Ini mbak jirigennya"
" Iya, Bang "
"Tadi katanya udah ngasih 5 ribu ya?"
Aku mengernyitkan dahi
"Enggak ah, wong saya belum bayar. Nih bang uangnya, 15 ribu kan?"
Aku menyodorkan uang padanya, dia menyambut dengan senyum simpul.
"Aku tadi cuma nyoba aja, Mbak. Ngetes kejujuran, ternyata mbak jujur"
Gubrak
Aku ngeloyor pergi dengan wajah kosong. Kembali membelah malam dengan jirigen minyak dan iringan paduan suara suara cacing kelaparan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment